Prestasi membanggakan kembali diukir siswa/i DKI. Jika angka kelulusan siswa SMP/MTS di DKI pada 2010 hanya 99,81 persen, pada 2011 persentase kelulusan siswa meningkat jadi 99,99 persen dari jumlah peserta UN sebanyak 134.061, di mana sebanyak 134.054 siswa dinyatakan lulus.
“Artinya, kualitas dunia pendidikan di DKI Jakarta semakin baik. Mudah-mudahan di tahun berikutnya kita bisa mencapai kelulusan 100 persen. Kami akan berupaya keras untuk mencapai tersebut,” kata Taufik Yudi Mulyanto, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jumat (3/6).
Taufik menyebutkan, sebanyak 7 siswa dinyatakan tidak lulus dan mayoritas dari sekolah swasta. Antara lain, 1 orang dari SMP Sultan Hasanudin, 1 dari SMP Wiyatamandala, 1 dari SMP Taman Siswa, dan 4 dari SMP Darul Maarif.
Untuk prestasi nilai tertinggi dalam UN 2011 juga dipegang SMP swasta. Peringkat pertama nilai tertinggi UN 2011 diraih SMP Santa Ursula, disusul SMPN 115, SMPN 85, SMP Kanisius, SMPN 19, SMPN 41, SMP Labschool Kebayoran, SMPK 2 Penabur, SMP Kristen VII, dan SMPN 49.
“SMP swasta memegang nilai tertinggi. Ini artinya, SMP negeri harus bekerja lebih keras lagi supaya dapat melampui prestasi SMP swasta,” pintanya.
Untuk prestasi nilai UN tertinggi di tingkat siswa diraih oleh dua siswa SMP Mahatma Gandi School, Kemayoran, Jakarta Pusat yaitu, Clarissa (39,6) dan Erica (39,4). Sementara lainnya, Ibrahim Ramadhan dari SMPN 19 (39.40), Dendi Reza Pahlevi dari SMPN115 (39.40), Ivana Purnawijaya dari SMPK2 Penabur (39.35), Frida Avianing IS dari SMPN 172 (39.35), Chairunisa Niken dari SMPN 109 (39.35), dan Khairun Nadiya dari SMP Al Azhar 12 (39.20).
“Peserta didik yang berprestasi meraih nilai tertinggi dalam UN harus tetap diberikan perhatian khusus dan dibina secara serius. Sehingga di SMA nanti, mereka bisa berprestasi membanggakan DKI,” harapnya.
